Yakin Masih Mau Berjuang?


Satu hal yang masih menjadi pertanyaanku, selalu terbesit di pikiran tak bisa kupecahkan. Kenapa hampir semua orang di dunia ini selalu saja menuntut kesempurnaan? Segala hal yang dilakukan dalam perputaran hidup ini seakan-akan semuanya harus mencapai kata sempurna. Tak ada yang salah memang bila setiap manusia selalu mengusahakan semuanya untuk mendapatkan hasil yang terbaik, tapi apakah semua itu memang benar menjadi hasil yang terbaik pula bagi diri mereka masing-masing? Di saat semua hal yang diusahakan harus ditargetkan mencapai kesempurnaan, mata dan hatipun menjadi taruhannya. Buta! Hasil selalu menjadi sorotan utama ketimbang proses. Naifnya manusia memiliki sifat seperti itu, membutakan diri pada proses, menggilai hasil yang tercapai. Alih-alih hasil dari semua yang diusahakan berbuah indah, lalu bagaimana jika hasilnya kurang maksimal? Kembali lagi dengan sifat manusia yang masih selalu merasa kurang. Proses panjang, berat, disertai rintihan tampaknya tak akan pernah dilihat bagi mereka yang mengutamakan hasil ketimbang proses. Artinya, ketika hasil yang ada kurang maksimal, hilanglah sudah apresiasi untuk proses yang telah kamu lakukan sepanjang ini, begitulah pandangan mereka. Ya, mereka yang pelit apresiasi akan prosesmu. Begitulah rasanya bila kamu hidup berdampingan dengan manusia seperti mereka, yang selalu menuntut kesempurnaan. Cacian, hujatan, dan ocehan tak akan bisa kamu hindari. Getirnya rasa dalam proses yang kamu jalani selama berusaha tidak akan mereka gubris. Padahal kamu tahu betul, usaha tak akan pernah mengkhianati hasil pun sebaliknya. Kamu telah berusaha semaksimal mungkin, tapi ketika hasil masih bisa mengkhianati kamu, mereka tak akan meredam mulut mereka. Kritikan pedas tak membangun akan menghujanimu begitu derasnya. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula, proses yang tak dihargai, hasil buruk yang dicaci maki. Mereka tak sadar bahwa manusia memiliki batasannya. Sekuat tenaga manusia mengusahakan, kembali lagi ke tangan Tuhan, Dia lah yang memutuskan segalanya, berhasil atau tidak. 

Lalu, apakah masih pantas bagimu untuk tetap berjuang?
Banyak hal yang perlu kamu ingat kembali. Amanat tak akan pernah salah memilih bahu. Tuhan tak pernah memberi cobaan melebihi kemampuan hambanya. Hasil bukanlah segalanya. Biarkan saja mereka bermain-main dengan mulutnya, biarkan saja mereka meracuni otakmu, hatimu, jiwamu, dan ragamu dengan perkataan pahitnya. Yakinlah pada dirimu sendiri, kamu tak akan menyerah pada takdir yang mereka ukir untuk hidupmu. Kamu bisa membuat takdirmu sendiri yang lebih indah, lepas dari hujatan mereka. Ketika kamu memang terpaksa berada di lingkungan sejahat itu, dikelilingi oleh mereka yang memiliki bisa pada mulutnya, satu-satunya pilihan adalah berdamai dengan kondisi seperti itu. Melawan dengan perkataan pun tak akan memberikan hasil terbaik untukmu, yang ada malah memperburuk image-mu. Buktikan dengan karya, rajutlah mimpi-mimpi kecilmu hingga menjadi besar, meskipun  di setiap mimpi kecil itu terselip rasa pahit yang tak pernah hilang dari memorimu. Tetaplah berjuang, jangan biarkan mereka menari-nari di atas putus asamu yang konyol itu. Buktikan, kamu mampu membungkam perkataan busuk mereka, lawan!

Komentar