Jogjakarta dengan Segala Kenangan


Berfoto di depan Pasar Bringharjo tampaknya sudah cukup menggambarkan Jogjakarta. Kota yang sejak dulu aku eluh-eluhkan, kini tetap saja aku tak bisa aku pungkiri keindahannya. Entah apa yang membuat aku jatuh dan kembali jatuh dalam buaian keindahan itu. Rindu yang terus membuih bak gelombang di laut, tak bisa lagi aku tahan. Tumpahlah rasa rindu itu saat aku kembali mengunjunginya, Jogjakarta. Mataku tak bisa aku tutup rapat-rapat, sungguh aku tak ingin melewatkan keindahannya. Momen berharga terukir tiap aku kembali menghampirinya. Entah, entahlah aku terasuki apa hingga aku terlalu menyanjung keindahan itu. Kata orang rindu itu indah, ya memang indah kala aku bisa melepas rinduku tapi akankah selalu indah bila aku tak bisa menumpahkan kerinduanku itu? Suasana yang ramai terselip ketenangan, jalanan yang tak pernah lengang, orang-orang banyak bersilah di pinggir jalan. Sungguh, kearifan yang aku dambakan untuk menghuninya. Banyak wahana wisata yang ada di sana, namun kembali lagi aku bertanya. Kenapa aku sudah sangat jatuh hati hanya dengan mengunjungi pedesaannya? Oh Tuhan, Engkau memberi kerinduan yang mendalam di setiap sudut kota ini.  Aku terperangai dalam buaian kata "Jogja memang ngangenin". Aku selalu mendorong keinginanku untuk kembali memgunjungimu di momen yang lebih berwarna.

Komentar