Review De Tjangkul (De Cangkul) Wisata Baru Agrowisata Kota Batu


Menikmati Jadi Puteri Sehari di De Tjangkul

           Halo sobat Dap! Bagaimana liburanmu? Apakah sudah dengar ada wahana wisata baru di Kota Batu? Atau kamu pernah melihat papan reklame bertuliskan "De Tjangkul"? Ya, wahana wisata baru yang ditawarkan Kusuma Agrowisata ini tak kalah menarik dengan jajaran wisata lainnya di Kota Batu. Tempat ini mungil, tapi beda dari yang lain. Kamu ingin bergaya dengan berbagai macam kostum kerajaan? Ini tempatnya. De Tjangkul ini berada di komplek wisata Kusuma Agrowisata. Tiket masuknya cukup murah, hanya dengan Rp. 25.000 saja kamu bisa menikmati berkeliling taman De Tjangkul dan berenang di waterpark. Harga akan beda jika kamu memilih paket include petik apel ataupun tiket terusan Agrowisata. Akses menuju tempat wisata ini cukup mudah, bagi kalian yang tidak ada kendaraan pribadi, cukup menggunakan jasa transportasi online, kamu akan diantarkan hingga pintu masuk De Tjangkul. Seperti tempat wisata pada umumnya, tiket masuk berbentuk gelang. Sebelum melewati pintu masuk, terdapat tempat penitipan barang. Bagi kamu yang membawa barang bawaan banyak, saya sarankan untuk menitip barang-barang yang terlalu berat, agar kamu bisa eksis dengan bebas saat foto nanti. Setelah memasuki pintu masuk, di sebelah kanan disajikan pemandangan waterpark yang mungil. Menuju ke lokasi De Tjangkul, kamu hanya perlu mengikuti petunjuk arah yang telah disediakan. 
   
(Bepose di belakang kincir angin)
             Konsep yang diusung De Tjangkul yaitu taman dengan tema pertanian. Terdapat penjual buah dan bibit tanaman yang tersedia di area tersebut. Museum pertanian juga turut disajikan di dalam wahana wisata tersebut. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari toilet, mushola, hingga foodcourt. Gaya arsitektur Belanda sangat mencolok di tempat wisata ini. Tersedia banyak spot cantik yang cocok untuk berpose di depan kamera. Sebenarnya tak hanya arsitektur Belanda yang tersedia, ada juga jembatan merah lengkung layaknya di Jepang. Mengelilingi taman De Tjangkul akan terasa lebih istimewa jika kamu memakai kostum yang disewakan. Serasa berjalan di taman kerajaan pribadi. Tersedia berbagai macam kostum, terdapat kostum Belanda, Korea, Jepang, dan pakaian petani. Harga sewa kostum dibandrol mulai dari Rp. 25,000 hingga Rp. 30,000 per jamnya. Sistem pembayaran dilakukan dengan mengisi kartu yang tersedia di tempat penyewaan kostum. Misalkan kamu mengisi saldo di kartu itu Rp. 50,000 sedangkan kamu hanya menghabiskan biaya sewa sebesar Rp. 30,000, maka sisa uang di kartu tersebut dapat diambil di pintu keluar.
         Kostum tersedia untuk perempuan maupun laki-laki dengan berbagai ukuran mulai dari untuk anak kecil hingga dewasa, serta tersedia dengan berbagai warna lucu. Tak perlu bimbang tidak ada spot foto yang mendukung tema kostum kamu. Jangan salah, spot foto yang tersedia di sini lengkap disesuaikan dengan tema kostum yang ada. Misalnya kostum petani, kamu bisa berpose di sawah mungil yang telah disediakan. Begitu pula dengan kostum Belanda, kamu bisa berpose di bangunan kincir angin berwarna merah. Kamu juga bisa menggunakan jasa foto yang telah disediakan, untuk hasil yang lebih bagus. Harga sewa foto yaitu Rp. 5,000 untuk satu jepretan, kamu juga bisa mencetaknya. Wahana permainan yang terdapat di De Tjangkul terdapat beberapa macam, misalkan sepeda terbang, memancing, serta ayunan. Tentu saja itu tidak gratis, kamu perlu membayar per spot sebesar Rp. 10,000. Begitu pula jika kamu ingin berfoto lebih dekat dengan kincir angin, kamu harus membayar Rp. 10,000. Rumah terbalik juga turut meramaikan wahana yang tersedia di De Tjangkul. Tips yang mungkin berguna untuk menghemat pengeluaranmu yaitu sebisa mungkin kamu membawa kamera sendiri untuk mengabadikan momen, dan pilihlah spot foto yang gratis. Eksplor angle pengambilan gambar untuk menghasilkan foto yang menarik. Selamat mencoba!


Komentar